Arsip | next gen RSS feed for this section

PACARAN……..BELAJAR!!!!!

2 Des

Hari-hari mereka penuh dengan bunga, saling memuji, saling menunggu waktu bertemu, saling memperhatikan, saling menghibur, saling menyemangati, saling manja, saling ngambek …… pokoknya banyak banget lah saling yang lain, yang intinya semua kata saling itu, merupakan bunga-bunga cinta yang sedang berkembang di hati sepasang anak muda yang lagi kasmaran.

Indahnya masa pacaran, seakan dunia milik berdua. Yang lain di suruh nge-kost kali ya? Hehehe…… Kayaknya tidak akan ada habisnya bahan pembicaraan ketika sedang pacaran. Kucing hitam lewat aja, sudah bisa jadi topik yang ga habis-habisnya untuk dibahas, sambil berpandang-pandangan…Ciiyaaa!!!! Semua memang jadi tampak special ketika sedang jatuh cinta.

Masa pacaran memang merupakan salah satu episode kehidupan yang harus di lewati oleh setiap pasang anak manusia sebelum akhirnya, dengan seijin Tuhan, masuk dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci dan kudus. Selain untuk mengenali pasangannya, tahap pacaran ini diperlukan untuk seseorang itu, baik pria maupun wanita, belajar untuk menemukan dirinya sendiri.

Belajar…ya belajar untuk :
– Menghargai sebuah komitmen, walaupun komitmen itu masih sebatas komitmen pacaran, tapi ini akan menjadi dasar dari sebuah komitmen kudus yang sifatnya sangat mengikat ketika janji nikah itu diucapkan. Tentu di dalamnya termasuk soal kesetiaan. Jangan sudah ‘nembak’ di sini, masih juga nge ‘gebet’ sana nge ‘gebet’ sini, ngumbar janji gombal seenak sendiri

– Menjaga perasaan pasangan. Ingat ya…pacar bukan identik dengan sopir merangkap tukang traktir, ini untuk kalian para gadis. Apalagi kalau cowok kamu masih berstatus mahasiswa yang dalam keuangan masih bergantung pada orang tuanya. Jangan tuntut dia untuk melakukan hal-hal di luar kapasitasnya, jangan bikin dia capek dan serba salah. Sebaliknya untuk kamu, young gentlemen, ingat…cewek kamu bukanlah obyek untuk dipamerkan ataupun obyek untuk menunjukkan eksistensimu. Jangan perlakukan dia seperti boneka yang bisa kau mainkan gimana kamu suka, harus menuruti semua permintaan kamu. Jaga…ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Mana yang boleh dilakukan selama pacaran, mana yang harus dijaga sebelum kalian masuk dalam sebuah pernikahan

– Menerima pasangan apa adanya. Kalau kamu sudah saling bersepakat untuk ‘jalan bareng’, ya sudah…terima dia seperti saat kalian pertama jadian. Jangan pernah tuntut dia untuk harus memakai baju model begini, rambut dipotong begitu, harus di gerai, di cepak, diiket di apain lagi deh ah!!. Tidak boleh lagi bergaul dengan teman-teman dan sahabatnya yang dia punya sebelum kenal dengan kamu. Itu namanya egois, karena dapat dipastikan kamulah yang sebenarnya bermasalah, tidak bisa bisa bersosialisasi dan posesif. Kamu boleh melarang kalau lingkungan pacar kamu itu adalah lingkungan yang tidak baik. Tapi ini tentu butuh kedewasaan dalam menilai. Di sini kamu juga harus belajar….dewasa.

– Dari pada setiap kali bertemu hanya untuk chit chat sana sini, ngebahas kucing lewat, cicak jatuh, ngomonin temen yang lagi PDKT atau yang baru putus, akan jauh lebih baik kalau kalian bisa saling belajar untuk memprioritaskan hal-hal yang menyangkut masa depan. Bagaimana kalian harus mengejar cita-cita, serta impian-impian yang ingin digapai.

Kalau cowok kamu tahu-tahu kurang romantis, karena dia sedang fokus menyelesaikan tugas yang sedang dia kerjakan, support dia, jangan menuntut yang macam-macam. Itu berarti dia adalah seorang yang bertanggung jawab. Bukankah type pria bertanggung jawab yang menjadi dambaan setiap wanita?. Sebaliknya, kalau cewek kamu menanyakan apa yang akan kamu lakukan setelah lulus kuliah, itu berarti dia adalah pribadi yang realistis, dan kamu harus berterimakasih, karena ada yang ingetin kamu tentang masa depanmu. Beda dengan cewek matre ya!! Cewek yang hanya menuntut kamu untuk memenuhi keinginannya – saat ini.

– Saling percaya. Coba bayangkan, enak ga kalau kamu selalu dicemburuin sama pacar kamu. Ketemu teman lama, dia curiga. Ga bisa jemput on time, dia curiga. Semua incoming dan outgoing text di HP kamu harus lewat screening dia dulu. Capek deh!!!. Ini pacar atau satpam ya???

Gimana kamu bisa berkembang dan menunjukkan prestasi kalau kamu selalu di’kawal’ ketat begitu?. Berikan kebebasan pada pacar kamu untuk berkarya, jangan cemburu buta. On the other hand, pegang kepercayaan yang dia berikan buat kamu. Jangan jadi cowok or cewek gampangan. Ceblak sana ceblak sini

Waduh….kalau dalam masa pacaran aja sudah harus belajar point-point di atas (sebenarnya masih banyak lagi loh yang belum sempat saya tulis di sini), kapan donk menikmati having fun-nya ya? Hehehe……Ya ga gitu juga kali!!! Pacaran memang harus dibuat fun, tapi jangan sampai you spend your time for nothing. Isi waktu kebersamaan itu untuk sesuatu yang berguna tapi tetap enjoy dan senang. Bunga-bunga cinta harus tetap kalian tebarkan sehingga proses belajar itu tetap jadi indah. Nah kalau begini khan, happiness-nya dapet, belajarnya juga dapet. Ga rugi khan???

Satu hal lagi yang kalian, young guys, harus ingat, pacaran bukanlah suatu hubungan yang karena ‘ngambek’ sedikit lalu putus eh..ga lama nyambung lagi, ‘ngambek’ putus lagi. Putus nyambung putus nyambung gitu, kayak nyanyian aja. Do your relationship dengan damai dan selalu di jalur kekudusan Tuhan, karena cinta yang sesungguhnya adalah sebuah rasa yang tak akan lekang dimakan waktu, saling menjaga, saling melindungi, juga saling melengkapi (Nah khan…saling lagi saling lagi…hahaha….), sampai akhirnya tiba moment dimana Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya (Pkh 3 : 11)

Life is beautiful indeed when you are doing it right.

Iklan

WANITA LEBIH KONSUMTIF…..????

15 Okt

Konsumtif……sebuah istilah yang sering disematkan pada kaum wanita, terlebih yang tinggal di kota besar, dimana mereka selalu dimanjakan dengan banyaknya shopping malls, online shopping, pemakaian kartu kredit dengan segala kemudahan cicilan (bunga 0%), dan … masih banyak lagi kemudahan lain, yang membuat orang tergiur untuk selalu berbelanja

Tidak membawa uang cash/tunai saat belanja atau makan di restaurant? Hari gini…. No problem at all!!! Selama masih membawa kartu kredit, semua transaksi bisa dilakukan, karena kartu kecil nan sakti ini memang alat pengganti uang tunai.

Sebenarnya tujuan memiliki kartu kredit adalah untuk memudahkan kita, agar tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, ini sangat berbahaya bukan?. Sayangnya banyak orang beranggapan bahwa Kredit Limit yang dia punya dalam kartu kreditnya adalah uang milik dia “pribadi” yang bisa dipergunakan seenak dan sebebas dia mau. Dia lupa bahwa saat dia menggesek kartu kreditnya di kasir, itu berarti dia sudah mulai berhutang pada bank. Dan hutang adalah tetap hutang yang harus dibayar saat jatuh tempo nanti.

Tapi di sini saya tidak akan membahas soal kartu kredit, karena bukan itu tujuan saya. Yang menggelitik pikiran saya adalah kenapa selalu wanita yang diidentikkan dengan gaya konsumtif? Apakah karena wanita gampang tergoda dengan promo/diskon/Big Sale dan lain yang sejenis ?. Lalu apakah ini berarti wanita memang lebih konsumtif dibanding pria? — Pendapat saya, jawabnya bisa iya, tapi bisa juga tidak (saya lagi belain kaum wanita nih.. hehehe…)

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa wanita suka sekali belanja, padahal tidak jarang yang dibeli adalah sesuatu yang tidak penting-penting amat, alasannya mumpung diskon, atau karena lucu bentuknya, atau karena yang lain beli, kalau tidak ikutan beli kok rasanya gimana, gitu (maaf – lebih sering terjadi di kelompok ibu-ibu arisan). Dan…umumnya wanita juga tidak sayang membuang uang untuk hal-hal yang berkaitan dengan fashion, kecantikan, perawatan diri dan health care, meskipun tidak semua wanita masuk dalam kategori ini.

Sementara kitapun sering melihat kaum pria yang bisa membelanjakan uangnya tanpa berhitung 2 kali, apalagi yang menyangkut hobi, otomotif termasuk kuliner juga gadget. Not to mention para pria yang mengikuti trend gaya Cowok Metroseksual, yaitu mereka yang sangat memperhatikan penampilan, dari gaya busana sampai juga cara merawat diri, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mereka inilah yang seringkali malah melebihi apa yang dilakukan wanita dalam membelanjakan uang demi penampilan dan gaya hidup. Makin mahal dan bermerk, makin dikejar karena membuat mereka makin merasa PD.

Ada quote bagus yang mengatakan “Buy things you love and not to worry about what it says on the label because it’s not the brand on which you’ll be judged, it’s how good it looks on you.”. — “Bagi saya, yang penting nyaman ketika saya memakainya, tidak peduli itu mahal atau tidak”, kata seorang teman yang cukup tajir (=berduit), ketika kami sedang kumpul-kumpul dan membicarakan barang-barang ber-merk. Biasalah pembicaraan para ibu!!. Nah khan, wanita lagi wanita lagi.

Saya pribadi sangat setuju dengan kawan yang berkata,”Berpenampilan menarik tidak harus mahal”. Tentu saja saya tidak punya hak untuk melarang orang lain menikmati hasil kerja mereka dengan ber-shopping mania, apalagi kalau mereka memang memiliki kemampuan untuk itu. Dan……semampu apapun seseorang, rasanya tetap ada kepuasan tersendiri ketika dia bisa mendapatkan barang dengan kualitas bagus dan harga yang terbaik (menurut ukuran masing-masing orang).

Salah seorang nabi pernah berkata,”Mengapa kamu membelanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti (=makanan), dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?….”. Jadi nasehat orang yang mengatakan, “Belilah sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan, yang akhirnya menumpuk dan tidak pernah dipakai”, itu benar adanya dan sangat penting untuk diperhatikan. —– “You should buy only items about which you are passionate rather than buying a bunch of things that you will end up never wearing.”

Intinya, gaya hidup konsumtif tidak mengenal gender, semua tergantung pada karakter masing-masing. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk sama-sama mengontrol diri, bisa mengatur keuangan dan jangan terlalu impulsive bila mendapat tawaran-tawaran berbelanja. Kondisi lingkungan dan komunitas tempat kita bergaul juga punya peran besar terhadap shopping behavior kita.

Ha ha ha….kali ini seri deh antara pria dan wanita.

GALAU atau SELF PITY….?

11 Nov

Galau….ya….galau! Istilah yang sering terdengar di kalangan anak muda, tapi sekarang sudah merambah ke orang-orang tua juga. Saking nge-trend-nya istilah ini sampai ada beberapa lagu yang bercerita tentang galau dan semua yang ada hubungannya dengan kegalauan —- Anak-anak muda pasti pada tahu deh lagu-lagu jenis ini.

Banyak hal yang menyebabkan orang merasa galau. Berantem sama pacar/pasangan, putus cinta, salah mengambil keputusan, merasa diabaikan oleh orang yang dikasihi, gagal mendapatkan proyek yang diimpikan (bagi pengusaha). Pingin pindah pekerjaan, tapi ragu…ya kalau lebih baik, kalau ga ?.

Galau adalah suatu keadaan dimana pikiran sedang bingung dan kacau tidak karuan. Perasaan seperti terombang ambing, bak perahu tanpa layar di tengah lautan, tak tahu harus berbuat apa dan mau kemana atau bagaimana. Pada umumnya sih… galau selalu di identikkan dengan perasaan anak muda dengan cerita seputar “kasih tak sampai”. Hehehehe…. Tapi sebenarnya kondisi galau ini tidak memandang umur, status sosial, pangkat atau jabatan. Tak sedikit orang berumurpun tenggelam dalam kegalauan.

Adakah yang salah dengan kita, saat kegalauan itu menghinggapi perasaan kita? – Saya pikir tidak ada yang harus dibilang salah atau benar. Namanya juga manusia, ada saatnya kita merasa senang, sedih, takut, kuatir, bersemangat dan macam-macam lagi. Yang perlu dihindari adalah ketika kita mulai membiarkan diri tenggelam dan menikmati kegalauan itu, dan…akhirnya menjadi self pity (mengasihani diri sendiri)

“Why me, Lord?” – “Mengapa aku harus alami semua ini?” – “Kenapa sih kok ga ada yang ngertiin gue?” – “Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kenapa selalu gagal dan gagal lagi?” – “Kayaknya aku orang yang paling malang dan menderita di dunia ini…” dan lain lagi dan lainnya juga.Weleh-weleh…pokoknya ada banyak banget keluhan-keluhan dari orang yang sedang self pity. Dan nadanya selalu negative ‘miring’ gitu. Ibarat lagu, selalu berada di nada minor. Menarik perhatian agar semua orang melihat dan mengasihani dia.

Keliatan banget orang yang ‘menikmati’ self pity-nya ini. Status dia di Media sosial, penampilan dia, body languagenya dan kadang cara ngomongnya juga sudah ga masuk logika. Jujur, menghadapi orang dengan kondisi begini sangat…. dan sangat bikin hati kita ikutan galau. Tak jarang juga membuat kesal orang-orang yang di sekitarnya. Bayangkan saja…orang yang membiarkan dirinya terjebak dalam self pity, akan sangat susah untuk dinasehati atau di semangati, karena dia menganggap orang lain yang salah terhadap dia, dan menunggu orang lain yang berubah untuk dia.

“Come on, man!”— never put the blame on others. Kita nggak bisa terus menerus ngandelin orang lain untuk memperhatikan kita. We have to move on!! Kita punya tanggung jawab terhadap diri dan hidup kita sendiri. Kalau bukan kita yang menolong diri kita sendiri, siapa lagi? Ingat…ada Tuhan yang selalu peduli. Tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan. There is always a way out for every problem, kalau saja kita mau belajar untuk mengandalkan Dia, bukan mengandalkan manusia

Bersyukur merupakan salah satu cara terampuh untuk menepis self pity dari pikiran kita, karena sebenarnya perilaku self pity ini merupakan perwujudan dari kurangnya rasa syukur untuk semua kebaikan yang sudah kita terima dari Sang Khalik. Coba keluar sebentar dari ‘kenikmatan’ ber self pity ria (saya sarankan jangan balik lagi), dan lihat orang-orang di sekitar kita, banyak sekali yang mereka tetap tegak berdiri walaupun mengalami masalah yang lebih berat dari kita. Apakah mereka lebih hebat dari kita? Tidak….mereka sama seperti kita. Sama sama makan nasi, sama-sama punya pikiran dan perasaan, — seperti kita.

Bedanya….mereka mau terus berusaha dan bangkit dari keterpurukannya. Mereka tidak mau mengasihani diri sendiri. And….they can survive!!. Asal kalian tahu, Tuhan akan segera menolong kalau kita juga mau di tolong. Ada kerja sama timbal balik. Ketika kita angkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan, menolong kita

So guys, yuk bangkit! Jangan biarkan diri kita jatuh dalam jebakan si Self Pity. Galau boleh boleh saja, tapi jangan berlarut menjadi mengasihani diri sendiri. Tuhan tak pernah biarkan kita mengalami masalah besar yang melampaui batas kekuatan kita. He knows our limited strength and capability. Makanya Dia sendiri katakan :”Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. See….betapa pedulinya Tuhan pada kita.

Ada statement positif yang mengartikan galau sebagai God Always Listening And Understanding. Ini singkatan rada maksa, kreasi anak-anak muda, tapi boleh juga untuk membuat kita tetap semangat dan berpengharapan saat sedang bergalau-galauan

Do move on !!!!

EXPRESS YOURSELF TO IMPACT YOUR WORLD

9 Jun

Pernah donk berpapasan dengan kawula muda yang bergaya Gothic Style. Sebuah penampilan yang terkesan norak, dengan pakaian serba aneh penuh aksesori mencolok serta anting hampir di semua bagian tubuh yang bisa ditindik seperti kuping, alis, hidung, dagu, lidah sampai ke dekat pusar. Model rambut yang dipangkas tak beraturan dan dicat warna-warni dari hijau, biru, ungu dan kuning. Sementara make up wajahpun membuat mereka seperti baru keluar dari tempat pertapaan, beku dan sedikit terlihat seram. Di samping Eropa dan Negara maju lainnya, tren style semacam ini juga melanda negeri kita, dan mereka menamakan dirinya sebagai anak-anak Punk.

Kenapa sih mereka berdandan seperti itu? Nggak malu apa? Jalan petentang petenteng, kencrang kencring dilihat banyak orang. Apa sebenarnya yang mereka mau? Apa mereka kuper (kurang perhatian) di rumah dan caper (cari perhatian) di luar?. Bukan….!! Mereka hanya mau mengekspresikan diri mereka. Memang, ekspresi merupakan aktualisasi diri. Lewat ekspresi diri seseorang mengharapkan sebuah pengakuan. Jadi….alangkah baiknya kalau kita juga bisa peduli pada mereka sebagai sesama ciptaan Tuhan.

Lewat tulisan, akupun bisa mengekspresikan diriku. Setidaknya dengan menulis aku bisa menjabarkan beban jiwa dan pikiran yang mungkin tak dapat kuucapkan lewat kata-kata. Betapa aku ingin banyak orang membaca tentang keagungan dan kebaikan Sang Pencipta, tentang indahnya panaroma dari alam ciptaanNya juga tentang keajaiban yang selalu Dia anugerahkan bagi manusia. Semua itu, menurutku, akan lebih indah dan ekspresif bila kutuangkan dalam bentuk tulisan ketimbang perkataan.

Bagi seorang penari, ketika dia menari dengan perasaan, maka setiap gerak, mimik dan gemulai tubuhnya adalah ungkapan jiwa yang membuat penonton larut dalam keindahan alur pesan yang ingin disampaikan tentang peristiwa batin dari sang penari.

Lain lagi dengan seorang penyanyi atau pemusik. Mereka akan berekspresi lewat setiap irama yang diciptakan, juga lewat warna vokal dan untaian kata-kata indah dalam bentuk prosa bebas yang dilagukan. Tinggi rendahnya nada yang keluar bagaikan luapan hati mereka yang ingin dicurahkan pada pendengarnya.

Banyak cara memang untuk berekspresi. Dan kayaknya absurd banget deh kalau kita cuma bisa berkata,”Yang penting gue bisa berekspresi semau yang gue suka, peduli amat dengan orang lain”. Ingat Cing! Kita tidak hidup sendiri di dunia ini. Kita hidup di tengah sebuah masyarakat. Bukankah kita semua juga tahu bahwa tubuh kita ini adalah ‘rumah Tuhan, di mana Dia juga tinggal di dalam kita…karena itu alangkah indahnya kalau kita selalu memuliakan Tuhan lewat tubuh kita.

So for you, young guys, kalau ingin berekspresi, just go ahead and do everything good to express yourselves. Bisa lewat apa saja. Gayamu, your life style, gaulmu, terlebih lagi semua prestasi dan kemampuanmu yang dapat menginsipirasi orang lain. Tunjukkan pada dunia, sebenarnya masih banyak cara yang baik dan positif untuk berekspresi

Whatever you do, do it to impact your world. Then you will be very meaningful in all of your life through. Pastinya!

PASSIONATE LIFE

23 Sep

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat  yang patah mengeringkan tulang

Doing what we really love is something that makes us fully happy. But the circumstances in our society often put us to the corner and we are ruled by the almighty financial need. It is like a game we have to play.

Very seldom do we ask ourselves some questions what we were born to do. Were we born to live or do we live because we were born? We have no dream, goal nor ideal in life. We just go with the flow. No passion at all.

Kita selalu disibukkan dengan pekerjaan dan usaha. Wajar dan tidak ada yang salah karena memang kita harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tapi seringkali kita lupa bahwa masih ada banyak potensi lain yang Tuhan sudah berikan pada kita untuk bisa terus digali dan dikembangkan.

Hidup kita akan benar-benar berarti kalau kita tahu untuk apa kita hidup di dunia ini. The power of passion will always provide us excitement to open and to end up the day, to make right decision and to get more done in less time without any burden.

Kalau kita melihat kisah sukses dari pendahulu kita, banyak yang bisa kita pelajari bahwa keberhasilan yang mereka capai adalah karena mereka memiliki passion yang kuat atas apa yang mereka kerjakan. Very often does their immense success come from their dedication. Dan ini berlaku untuk semua aspek dalam hidup kita.

Apapun profesi dan pekerjaan kita, semua pasti menuntut kosentrasi, waktu dan energy kita. Dari tugas seorang ibu rumah tangga, yang sering disamakan dengan orang yang “jobless” sampai pada tingkatan top management, tanpa passion kita akan melakukan tugas hanya sebatas kewajiban. Ini sangat berbahaya, karena kita akan tiba pada satu titik jenuh

With a passion we will bring out our best. Dengan kreativitas yang tinggi we can do anything that will lead to greatness. Passion is a gorgeous way to figure out what we are on this Earth for.

Passion and happiness are like un-separated spouse which require each other. To evoke and stir emotions in our heart and soul. To feel enthusiasm, fervor, love, commitment, sincerity, strength etcetera.

Let us live our life with passion so that we do not have regrets when we arrive at the end of our journey.

 

enak ga enaknya PACARAN……

28 Agu
Mereka yang masih jomblo pasti akan berkata “Aduh enak ya kalau punya pacar”. Sementara bagi yang sedang pacaran tapi terus terusan berantem, tentu akan bicara lain “Jomblo lebih enak!”. Jadi yang mana donk? Enakan pacaran atau nggak sih?

Enaknya :
1. Ada yang merhatiin. Saat ultah dapat hadiah spesial, saat sakit duh….dapat perhatian extra
2. Tempat berbagi. Senang susah ada yang dengerin cerita kita
3. Pemberi semangat. Banyak impian yang dibuat dan ingin dicapai
4. Gak sendiri, kemana-mana ada yang nemenin dan ngejaga
5. Ada tempat bermanja
6. Lebih PD. Iya donk…punya pacar gitu loh!
7. Hari-hari selalu penuh warna. Kayak melayang di tengah pelangi.
Happy, coy!!

Ga Enaknya :
1. Pergaulan terbatas, gak bebas lagi. Gak tahu last update gosip terkini
2. Saat pingin istirahat, eh dianya minta ditemeni jalan. Capek deh!
3. Jadi ketergantungan. Kemana-mana harus nunggu dia, ijin dia dll
4. Extra pengeluaran, pastinya. Pulsa, jajan or nonton
5. Selalu was-was, takut putus. Sakiiit…banget!
6. Kalo cuma main-main, akan banyak waktu produktif yang terbuang.
Jam belajar keganggu
7. Pusing……apalagi kalau lagi berantem

Sebenarnya pacaran bukanlah cara untuk mencari enak atau gak enak, tapi hal penting yang harus kamu ketahui adalah apa arti dan tujuan dari pacaran itu sendiri.

Kalau pacaran karena alasan gengsi, ngapain juga pacaran? Updating yourself with new hi-tech and bergaul dengan berbagai komunitas akan membuat your life style jauh lebih trendy. Kalau pacaran hanya untuk bergaya, wah….jalan bareng banyak teman, rame-rame jauh lebih seru dan fun. Juga lebih irit, lagi!. Jangan bikin capek diri sendiri dengan gaya pacaran putus nyambung, putus nyambung. Bagus kalau jadi….. kalau endingnya putus juga?

Tapi bila saatnya tiba untuk kamu mencari pasangan hidup, pacaran itu harus, supaya
bisa saling tahu dan kenal karakter masing-masing sebelum masuk dalam pernikahan. Selama tetap menjaga batas-batas wajar, maka masa pacaran akan menjadi sangat indah dan merupakan kenangan yang tak akan pernah dapat dilupakan setelah menikah kelak.

Dan yang terpenting, jangan lepas Tuhanmu demi pasangan yang tak sepadan atau tak seiman, supaya kamu tidak menghalangi berkat Tuhan dan memiliki hidup yang bahagia.

GO GLOBAL

9 Jul

Untuk kamu yang muda

Jaman terus berputar dan berjalan menyelusuri waktu. Perkembangan teknologi juga makin pesat yang membuat dunia ini semakin terasa kecil. Dengan internet kamu bisa berkomunikasi, berdiskusi sampai menimba ilmu dari berbagai sumber di seluruh belahan bumi – dari berbagai bangsa yang berbeda.

Kalau kamu nggak mau disebut ketinggalan jaman alias “katrok”, inilah saatnya bagi kamu yang muda dan aktif untuk membuka diri menjadi warga dunia yang siap menghadapi tantangan.

MOTIVATION

Ibarat mobil tanpa BBM, itulah hidup tanpa motivasi. Gimana mau jalan? You will always stay where you are, sementara temen-temen lain sudah jauh di depan kamu menenteng “piala” keberhasilan mereka. Gak mau khan? C’mon…pompa semangat kamu, terus gali potensi kamu. Yakin deh, sebenarnya Tuhan kasih potensi dan kemampuan yang banyak banget pada manusia. Kitanya aja yang suka malas.

LANGUAGE ABILITY

Bahasa adalah alat komunikasi yang paling utama. Sampai saat ini bahasa Inggris masih menjadi bahasa International yang paling acceptable. Usahakan kamu menguasai bahasa yang satu ini sebagai modal utama untuk  menembus “batas samudra”, bukan untuk bergaya, but… language is very important for you to have overseas network. Bila masih punya waktu, belajar bahasa asing lain bisa menjadi nilai tambah buat kamu.

EAGER TO KNOW

Perluas wawasan dan selalu update diri kamu dengan semua informasi terbaru, entah dari media elektronik, media cetak atau lewat belajar dari mereka-mereka yang lebih berpengalaman. Ingat kata orang tua,”Malu bertanya sesat dijalan”. Sudah nggak jaman kali!!. Yakin deh, pengetahuan akan membuat kamu di terima banyak orang

RESPECT DIVERSITY

Pernah tahu jumlah penduduk dunia? Banyak banget euiy!! Tentu sobat muda bisa melihat betapa banyaknya perbedaan adat, budaya dan cara pandang dari tiap-tiap bangsa dan negara. Wajarlah kalau pendapat, gaya hidup dan keyakinan orang sangat berbeda satu dengan yang lain. Dengan menghargai perbedaan yang ada, dijamin deh, yang namanya perselesihian apalagi perang dapat di-eliminer. Peace on earth!

ACT LOCALLY

Bangga rasanya melihat produk dan seni tradisional kita disukai warga dunia. Banyak banget lho barang lucu dan keren di luar negeri, yang kalau dilihat mereknya tertulis “Made ini Indonesia”. Karya anak negeri ini sudah mampu berkolaborasi dengan standard International tapi berkarakter Indonesia. Cool abis, man! Ternyata…lewat kemampuan kita, kita dapat mempengaruhi dunia. Kini saatnya bagi yang muda untuk bergerak dan berkarya, dengan tetap mempertahankan sikap santun ketimuran kita.

COMPASSION

Sebuah perasaan yang membuat kamu mempunyai empati tinggi terhadap lingkunganmu.

Tak perlu banyak berdalih dan berteori, lakukan saja hal positif  yang baik sebisa kamu, maka kehadiranmu akan ditunggu banyak orang.

DEEP SPIRITUAL LIFE

Setinggi apapun keberhasilan yang kamu capai, tanpa dilandasi iman yang kuat, kamu akan memiliki jiwa yang kosong. Ibadah yang kuat sangat berguna dalam segala hal karena mengandung janji, baik untuk hidup sekarang ini maupun hidup yang akan datang. Dengan pendekatan diri kepada Tuhan, kamu akan dapat menguasai diri menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kamu, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Keep in mind bahwa keputusan kecil sering kali menjadi kunci penentu kesuksesan. So make yourself ready to ……Go Global!!