WANITA (part 6)

9 Mei

Aku kenal dia sebagai wanita yang tidak bisa diam. Ada saja yang ingin dia kerjakan. Aktifitas dia banyak sekali, kalau boleh kubilang. Usaha mini market yang dia kelola, praktis menyita waktunya dari pagi sampai malam, belum lagi kegiatan sosial yang sudah terjadwal penuh, tapi…dia masih bisa membagi waktu untuk keluarga. Urusan dapur dan meja makan selalu dia tangani sendiri. Semua keperluan suami, dia handle sendiri. Eh…masih sempat juga dia berkreasi dengan kain jarum dan benang, dari menjahit baju, membuat selimut perca, lap tangan lucu, atau apa saja deh. Memang aku tahu salah satu hobi dia, menjahit.

“Kamu ga capek?”, pernah aku tanya dia. “Hehehe…!”, dia geli dengan pertanyaanku. “Aku malah bingung kalau di suruh duduk diam, ga ngapa-ngapain”. — “Ya jujur, kadang aku capek juga”, sambungnya. Ya pastilah…usia sudah di atas kepala 5 gitu loh.., tapi aku bisa sangat-sangat mengerti dia. Sebagai wanita, selama kita masih diberi kesehatan dan bisa beraktifitas, kenapa kita harus diam dan merasa ‘tua’. Yang penting kita bisa mengatur diri sendiri, kapan harus beraktifitas dan kapan harus istirahat.

Jadi ingat cerita Raja Salomo. Salah satu kriteria seorang wanita yang cakap di jaman itu, adalah ‘ia (rajin) mencari bulu domba dan rami dan senang bekerja dengan tangannya’. Maka….pikiranku langsung mencari koneksitasnya dengan ‘ga bisa diamnya’ temanku ini, yang aku suka candain dia sebagai hiperaktif di usia senja. Hahaha….

Kalau orang mencari bulu domba (jaman itu), tentu untuk membuat mantel atau baju hangat, sementara rami, yang aku tahu bisa dipintal jadi kain atau tali. Dan wanita itu senang bekerja dengan tangannya (sendiri). Hmm…..mungkin aku boleh mengatakan (sekali lagi, tulisan ini untuk kita sama-sama belajar ya Sis), sepertinya memang sudah bawaan alami seorang wanita yang dengan senang hati kalau dia bisa menyiapkan sendiri semua kebutuhan keluarganya. Dia akan sangat bahagia dan bangga kalau bisa mencurahkan seluruh perhatian dan cintanya pada suami juga anak-anaknya, memberikan kehangatan kasih (bulu domba), dan menjadi pengikat antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain (rami yang dipintal).

Dear sisters, kita adalah tiang doa dalam keluarga, kalau bukan kita yang mendukung mereka (Suami dan anak-anak), siapa lagi?. Masih banyak cerita klise, suami dan anak-anak merasa tidak diperhatikan dan tidak menerima kehangatan dari istri/ibu, sehingga harus mencarinya di luar rumah lewat pergaulan yang salah dan ‘obat’. Jaman now istilah ‘pelakor’ (perebut laki orang) sudah masuk dalam kosa kata baru.Waduh…saking sudah menjamurnya fenomena itu.

Memang tugas seorang istri/ibu tidaklah ringan, apalagi kalau dia juga harus bekerja di luar rumah, seakan-akan dia dituntut untuk berjaga selama 24 jam penuh demi keluarganya. Sampai temanku di atas pernah berkata,”Kalau saja aku punya 36 jam sehari….”. Hmmm….mimpi kali!!! ‘Urat lelah’ sepertinya tidak ada di fisik wanita….tapi—kita bisa capek juga khan? Nah, take time for “me time”. Boleh…tidak dosa kok hehehe….

Sebenarnya kunci utamanya hanya….bersama Dia, dengan selalu bersandar dan mohon kekuatan dariNya, kita, wanita, akan dimampukan untuk menjadi wanita cakap yang selalu menyalurkan kasih sayang serta perhatian dalam keluarga kita, sehingga suasana rumah atau saat berkumpul adalah moment yang selalu ditunggu oleh suami dan anak-anak.

Tetap semangat ya Sis, meskipun mungkin ada sedikit complaint, celaan, atau sedikit rewel-rewel yang kita terima, karena memang, sekuat apapun kita berjuang to be a super Mom, still we are not perfect in any way. Percayalah…Tuhan menilik hati kita. Tuhan memperhitungkan perjuangan kita, so…keep strong and be tough ya Sis. Tapi jangan minta tambah waktu 36 jam ya…gempor kita nanti hahahaha…..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: