TERIMAKASIH GOLGOTA

29 Mar

Kemarin…

Di atas sana….aku melihat tiang itu, masih kosong

Ah…..siapa lagi penjahat dan pendosa yang akan tergantung di sana?

Tak adakah pengampunan yang dapat diberikan?

Masihkah ada kesempatan?

Hukuman itu terlalu berat…menurutku

 

Kemarin…

Di sebuah taman….jauh dari kebisingan dunia

Aku melihat Junjunganku berdoa dengan khusyuk

PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

“Ya Bapa..jikalau mungkin..biarlah cawan ini lalu daripadaKu..

Tapi bukan kehendak-Ku..melainkan kehendak-Mulah yang jadi”

Terselip rasa takut di balik penundukan total pada kehendak Bapa

Beban itu memang berat

 

Kemarin…

Di antara murka, amarah dan kebencian yang tak terbendung

Aku menyaksikan Dia di sesah, dicerca, dihina dan sangat direndahkan

Belum lagi ujung cambuk dengan gerigi runcing nan tajam

Menghujam bertubi-tubi ke tubuhNya yang bergetar menahan sakit,

Membuat aku harus menutup mata dan mukaku

Tak tahan melihat tubuhNya terkoyak dan darah berceceran dimana-mana

Siksaan itu sangat dan sangat berat

 

Hari ini…

Ah…kulihat Junjunganku terpaku di atas salib itu

Hampir aku tak mengenaliNya — wajah dan tubuhNya hancur

Tak tampak rupa, dan semaraknyapun tak ada

Ia dihina dan dihindari orang

 

Salib itu seharusnya bukan untuk Dia

 

Seperti seorang pendosa… Dia tergantung di sana

Padahal, penyakit aku-lah yang ditanggungNya

Sengsara aku-lah yang dipikulNya

Dia dianiaya..ditindas…diremukkan karena kejahatanku

 

Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian…

Dia diam..dan tidak membuka mulutNya

Seperti induk domba yang kelu

Di depan orang-orang yang menggunting bulunya

Dia diam…dan tidak membuka mulutNya

 

Hari ini…

Kudengar sebuah doa pengampunan, tanpa rasa dendam dan sakit hati

“Ya Bapa..ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”

Ah…sedemikian berharganya-kah manusia di hati Dia??

Hingga raga dan perasaan Dia korbankan

Demi sebuah karya keselamatan

Untuk seorang yang bernama…diriku

 

Hari ini pula aku mengerti….

Mengampuni itu memang sangat teramat berat dan sakit

Dan…Pengampunan yang Kau sudah berikan buatku

Itu yang menjadi dasar untuk aku selalu belajar…mengampuni

 

Terimakasih Golgota

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: