Arsip | November, 2014

GALAU atau SELF PITY….?

11 Nov

Galau….ya….galau! Istilah yang sering terdengar di kalangan anak muda, tapi sekarang sudah merambah ke orang-orang tua juga. Saking nge-trend-nya istilah ini sampai ada beberapa lagu yang bercerita tentang galau dan semua yang ada hubungannya dengan kegalauan —- Anak-anak muda pasti pada tahu deh lagu-lagu jenis ini.

Banyak hal yang menyebabkan orang merasa galau. Berantem sama pacar/pasangan, putus cinta, salah mengambil keputusan, merasa diabaikan oleh orang yang dikasihi, gagal mendapatkan proyek yang diimpikan (bagi pengusaha). Pingin pindah pekerjaan, tapi ragu…ya kalau lebih baik, kalau ga ?.

Galau adalah suatu keadaan dimana pikiran sedang bingung dan kacau tidak karuan. Perasaan seperti terombang ambing, bak perahu tanpa layar di tengah lautan, tak tahu harus berbuat apa dan mau kemana atau bagaimana. Pada umumnya sih… galau selalu di identikkan dengan perasaan anak muda dengan cerita seputar “kasih tak sampai”. Hehehehe…. Tapi sebenarnya kondisi galau ini tidak memandang umur, status sosial, pangkat atau jabatan. Tak sedikit orang berumurpun tenggelam dalam kegalauan.

Adakah yang salah dengan kita, saat kegalauan itu menghinggapi perasaan kita? – Saya pikir tidak ada yang harus dibilang salah atau benar. Namanya juga manusia, ada saatnya kita merasa senang, sedih, takut, kuatir, bersemangat dan macam-macam lagi. Yang perlu dihindari adalah ketika kita mulai membiarkan diri tenggelam dan menikmati kegalauan itu, dan…akhirnya menjadi self pity (mengasihani diri sendiri)

“Why me, Lord?” – “Mengapa aku harus alami semua ini?” – “Kenapa sih kok ga ada yang ngertiin gue?” – “Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kenapa selalu gagal dan gagal lagi?” – “Kayaknya aku orang yang paling malang dan menderita di dunia ini…” dan lain lagi dan lainnya juga.Weleh-weleh…pokoknya ada banyak banget keluhan-keluhan dari orang yang sedang self pity. Dan nadanya selalu negative ‘miring’ gitu. Ibarat lagu, selalu berada di nada minor. Menarik perhatian agar semua orang melihat dan mengasihani dia.

Keliatan banget orang yang ‘menikmati’ self pity-nya ini. Status dia di Media sosial, penampilan dia, body languagenya dan kadang cara ngomongnya juga sudah ga masuk logika. Jujur, menghadapi orang dengan kondisi begini sangat…. dan sangat bikin hati kita ikutan galau. Tak jarang juga membuat kesal orang-orang yang di sekitarnya. Bayangkan saja…orang yang membiarkan dirinya terjebak dalam self pity, akan sangat susah untuk dinasehati atau di semangati, karena dia menganggap orang lain yang salah terhadap dia, dan menunggu orang lain yang berubah untuk dia.

“Come on, man!”— never put the blame on others. Kita nggak bisa terus menerus ngandelin orang lain untuk memperhatikan kita. We have to move on!! Kita punya tanggung jawab terhadap diri dan hidup kita sendiri. Kalau bukan kita yang menolong diri kita sendiri, siapa lagi? Ingat…ada Tuhan yang selalu peduli. Tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan. There is always a way out for every problem, kalau saja kita mau belajar untuk mengandalkan Dia, bukan mengandalkan manusia

Bersyukur merupakan salah satu cara terampuh untuk menepis self pity dari pikiran kita, karena sebenarnya perilaku self pity ini merupakan perwujudan dari kurangnya rasa syukur untuk semua kebaikan yang sudah kita terima dari Sang Khalik. Coba keluar sebentar dari ‘kenikmatan’ ber self pity ria (saya sarankan jangan balik lagi), dan lihat orang-orang di sekitar kita, banyak sekali yang mereka tetap tegak berdiri walaupun mengalami masalah yang lebih berat dari kita. Apakah mereka lebih hebat dari kita? Tidak….mereka sama seperti kita. Sama sama makan nasi, sama-sama punya pikiran dan perasaan, — seperti kita.

Bedanya….mereka mau terus berusaha dan bangkit dari keterpurukannya. Mereka tidak mau mengasihani diri sendiri. And….they can survive!!. Asal kalian tahu, Tuhan akan segera menolong kalau kita juga mau di tolong. Ada kerja sama timbal balik. Ketika kita angkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan, menolong kita

So guys, yuk bangkit! Jangan biarkan diri kita jatuh dalam jebakan si Self Pity. Galau boleh boleh saja, tapi jangan berlarut menjadi mengasihani diri sendiri. Tuhan tak pernah biarkan kita mengalami masalah besar yang melampaui batas kekuatan kita. He knows our limited strength and capability. Makanya Dia sendiri katakan :”Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. See….betapa pedulinya Tuhan pada kita.

Ada statement positif yang mengartikan galau sebagai God Always Listening And Understanding. Ini singkatan rada maksa, kreasi anak-anak muda, tapi boleh juga untuk membuat kita tetap semangat dan berpengharapan saat sedang bergalau-galauan

Do move on !!!!

Iklan