Arsip | Mei, 2013

YOUR RELATIONSHIPS MAKE YOU……

27 Mei
Buat Kamu Yang Muda

John Wooden, seorang penulis buku, mengatakan,”There is a choice you have to make in everything you do, so keep in mind that in the end, the choice you make makes you.”

Dengan siapa kita bergaul mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan karakter, potensi, bakat sampai dengan masa depan kita

Bila kita dikelilingi oleh orang-orang yang selalu memberikan nilai tambah atau semangat, maka karakter kita akan terus menerus diubahkan menjadi lebih baik; potensi kita akan digali secara maksimal dan bermanfaat; bakat kita akan terus terasah untuk lebih berkembang, yang akhirnya akan membawa kita pada masa depan yang cerah. Sebaliknya, kalau kita berada di lingkungan orang-orang yang selalu berpikiran negatif atau selalu apatis dalam memandang suatu masalah, maka dapat dipastikan, kita akan seperti pesawat terbang yang tidak pernah tinggal landas alias jalan di tempat. We will never take flight!

Banyak orang memandang enteng akibat dari pengaruh pergaulan (Relationship) yang kita miliki. The relationships in our lives really do make or break us. They either lift us up or take us down. Bergaul dengan pemabuk, kamu pasti akan mengenal apa itu minuman keras; bergaul dengan pemakai narkoba, kamu akan tahu rasanya ‘suntikan’; bergaul dengan penyanyi, sedikit banyak kamu akan bisa membedakan nada-nada; bergaul dengan orang yang kreatif maka kamu akan ikut juga menghasilkan karya-karya baru dari tanganmu sendiri

Jadi dapat dipastikan pergaulan yang buruk tidak akan pernah membawa kamu ke arah hidup yang positif, sebaliknya good relationships will clearly make us better, they energize, inspire and validate us.

2 relationships yang tidak bisa kita hindari :
• Keluarga – setiap keluarga pasti pernah mengalami up and down,…it is OK! Itulah artinya berada dalam sebuah keluarga, mereka adalah orang-orang yang mau menerima kita apa adanya, baik suka maupun duka, baik sukses ataupun gagal, kita pasti akan kembali pada keluarga
• Teman-teman dekat – mereka adalah tempat kita berbagi cerita, tempat kita tertawa bersama, tempat kita menunjukkan jati diri kita. That’s what friendship is all about

Dan satu special relationship yang juga harus kita miliki adalah Tuhan. Pastikan untuk selalu bergaul dengan Tuhan setiap hari setiap saat, lewat doa dan ketekunan ibadah kita. Karena sebenarnya kita sudah menerima privilege terlebih dahulu dari Tuhan, ketika Dia mengampuni dosa kita dan memanggil kita sebagai sahabatNya

You know guys, hidup adalah pilihan. Kamu bisa memilih relationship mana yang kamu mau, seperti kata si Bijak “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang”

Jangan ragu lagi, pastikan langkahmu menuju masa depan penuh harapan. Masih banyak yang bisa kamu lakukan untuk mengisi hidup ini, bila kamu berada di tengah-tengah lingkungan yang tepat.

Iklan

AKU UNTUK NEGERIKU

17 Mei

Do you still manage to sing this Indonesian old patriotic anthem?

“Berkibarlah benderaku, Lambang suci gagah perwira, Di seluruh pantai Indonesia, Kau tetap pujaan bangsa. Siapa berani menurunkan engkau, Serentak rakyatmu membela, Sang merah putih yang perwira, Berkibarlah slama-lamanya

Rarely heard and sounded! Young generation is about unfamiliar with these lyrics. Can be well understood, and no need to find anybody to blame. Nevertheles, we have to admit that every times we have our grand National Flag “Sang Saka Merah Putih” waving glamourously and elegantly up there in the blue sky, our mind will be wandering to a great journey, thinking that our flying flag is indeed representing the freedom, independence, liberty, glory and existence of our beloved country, Indonesia.

Can not remember every single words of an Anthem is not all wrong. Not what I meant at all, because loyalty and nationalism is not only shown by how perfect we sing a national anthem, it is more a matter of spirit that evokes our souls to do our best contribution for our country to finally eulogize our Lord through our deeds.

All right…we may study abroad, we might speak foreign languages fluently, we probable love to put on overseas branded articles or even we make a living abroad and stay in other countries, but….wherever we are and whatever we are doing, we are Indonesians. We really are!!!

Aku Untuk Negeriku”- simple sentence with a great and deep meaning for us, Indonesian young citizens. Born in Indonesia and being an Indonesian is not just a coincidence or because we can not choose what citizen we want to be. It is really totally because the Lord want us to do something great for our country, Indonesia.

The spirit of nationalism among young people is like fertile ground for our country future development. God is very eager to cooperate with young men, and it shall be in the last days, He said that He will pour forth of His Spirit on all mankind. Young generation shall prophesy and see visions. How valuable indeed is the youth before God. Therefore do not waste our time on useless activities

Guys …, we are the generation who will continue to carry on the future of our country. Let us rise and create better days from now on. Do positive things to make Indonesia renowned. Be faithful in doing little things and God will entrust you for bigger tasks. Show to the whole world that our Flag will forever be flying and let Indonesia be one of the countries which is taken into consideration in this universe. Make them smile and magnify the Lord with your success.

 Aku untuk negeriku – I love Indonesia!!!

Specially written for Hari Kebangkitan Nasional, May 20, 2013

TAK ADA kata BERKORBAN bagi seorang IBU

11 Mei

 

A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home

And God is there in mother’s prayer

 

Ketika kutanya apa yang membuat Ibu bahagia? – Jawabnya

Terlalu banyak untuk disebutkan……

Dari saat mendengar tangis pertamamu, lalu ucapan cadelmu “pap..pap..mam..mam..”

Melihat kau belajar berjalan, menjinjit-jinjit, oleng hampir jatuh

Menyaksikanmu tampil dalam setiap pertunjukkan musik, tari juga lomba nyanyi, tak peduli kau menang atau kalah

Mendengarkan ungkapan hatimu ketika kau jatuh cinta. “Wah…Rupanya anak Ibu sudah besar”

Berfoto di depan kampusmu, waktu kau berhasil menyelesaikan kuliahmu.

Mengiringi langkah-langkah kakimu menuju pelaminan. “Oh cepat sekali waktu berlalu, tahu-tahu Ibu sudah punya menantu”

Semua yang membuatmu tertawa bahagia, itu juga merupakan bahagia Ibu

Tak terhitung banyaknya kebahagiaan yang Ibu rasakan dengan memilikimu, anakku

 

Ketika kutanya apa yang membuat Ibu takut? – Jawabnya

Hmm…mau tahu?

Takut kau menangis saat hari pertama masuk sekolah

Takut kau tertular ketika teman-teman sekelasmu terkena flu atau virus yang lain

Khawatir si “mbak” tidak menjagaimu dengan baik saat Ibu bekerja, juga pengaruh media yang di luar kontrol ibu

Gelisah sekali setiap kau pulang terlambat dari pesta ulang tahun temanmu

Cemas kala kau menghadapi ujian akhir sekolahmu

Takut kau memilih pasangan yang tidak sepadan.

Ibu terlalu takut tidak dapat mengikuti setiap perkembanganmu. Takut ada moment-moment indah dalam hidupmu yang terlewatkan dari catatan Ibu

 

Ketika kutanya apa yang membuat Ibu sedih – Jawabnya

Apa yaaa…?? Harusnya tidak ada, cuma sempat Ibu merasakannya…….

Ketika kau mengalami kegagalan dan kekecewaan

Ingin rasanya Ibu menggantikan kesedihan hatimu

Apalagi saat kau beranjak dewasa dan bisa mengurus diri sendiri

Tiba-tiba Ibu merasa sudah tidak dibutuhkan lagi

Kau larang Ibu melakukan ini atau mengerjakan itu, sendiri. Apapun alasanmu

Ibu tahu kau sayang Ibu. Kau tak mau ibu capek. Takut Ibu jatuh atau sakit……….

Sepertinya, hilang sudah kebanggaan Ibu menyiapkan segala kebutuhanmu

Dan ibu menjadi sangat tidak berguna

Itulah hal yang paling mendukakan hati ibu

 

Astaga ibu….

Ketika aku ingin sedikit membahagiakanmu

Ketika aku ingin belajar membalas semua kasih sayangmu

Ketika aku ingin mulai berbuat sesuatu untuk menghargai pengorbananmu

Engkau malah merasa tersakiti, terabaikan dan sedih

Oh my God, ternyata mengurus keluarga yang tak mengenal jam kerja dan hari libur

Itu yang merupakan kebahagiaan bagi Ibu.

Kelelahan membesarkan dan melayani anak-anak dan suami adalah sebuah sukacita baginya


Ketika kukatakan terimakasihku atas semua pengorbanannya

Mata ibu makin terlihat sedih. – Katanya

Sshhtt… Tidak ada kata berkorban bagi seorang Ibu. Nanti kau juga akan mengerti, anakku.

Menjadi ibu adalah sebuah anugerah. Tanggung jawab seorang Ibu adalah sebuah pengabdian

 

Akhirnya aku hanya bisa berkata

Ibu….beri aku kesempatan untuk bisa menjabarkan dan mengerti arti kebahagiaan bagimu

Keinginanmu tak pernah pudar untuk terus menerus membuat anak-anakmu bahagia

Sampai kapanpun, aku pasti masih sangat membutuhkanmu, Ibu

Doaku, kiranya bahagia itu menjadi bagianmu, selalu

 

Ibu yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia

 

 

UGLY DUCKLING finds BEAUTIFUL SWAN

3 Mei

“I’m so ugly” – “Kenapa sih aku ga sekeren dia?  – “Aku kok gak bisa apa-apa ya?” – “I’m useless”

====

Tersiksa sekali hidup ini bila kita selalu merasa bagaikan “ugly duckling” yang punya penampilan berbeda dari saudara-saudara dan teman-teman lainnya. Merasa diri jelek, bodoh, tidak hebat dan lain sebagainya. Terlebih lagi kalau lingkungan kita selalu mengeskpos kekurangan dan kelemahan kita. Kurang ini kurang itu, lemah di sini tak berguna di sana.

Lebih parah lagi if we have such low self esteem, kemudian menarik diri dari pergaulan karena beranggapan bahwa orang lain tidak suka berteman dengan kita. Feeling invisible, unimportant and downright unworthy of anyone’s attention.

Sepertinya kita akan bahagia bila menjadi orang cantik dengan gracious flowing hair, crystal shinny eyes, slender arms and legs and a body that is completely disability free. Perfect like a goddess that everybody admires her beauty. Akan lengkap lagi bahagia itu kalau kita juga disebut talented. “Wow.. great!!”

Guys, look at yourself. Is it true that your life is so miserable, no hope and no future? Pikiran itu akan memadamkan semangat kita. Bukannya berusaha bangkit, kita malah akan sering tenggelam untuk mengasihani diri sendiri. Bagaikan si “itik buruk rupa”.

Kalau melihat kisah perjalanan si“ugly duckling”, kita akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa persoalan sebenarnya adalah karena dia tidak mengenali dirinya sendiri. Dia bukan seekor itik tetapi lingkungan sudah mendoktrin mindset-nya bahwa dia adalah seekor itik yang harus lead his life as other ordinary ducklings. Akibatnya dia tidak pernah berkembang.

Hingga suatu hari ketika si“ugly dukling” sedang duduk merenungi nasibnya di pinggir danau, dia melihat ada “ducklings” lain yang juga berbeda dengan itik-itik yang biasa dia lihat sehari-hari. Yang membuat dia takjub, “ducklings” tersebut malah lebih serupa dengan dirinya. Tapi mengapa mereka bahagia, menari-nari tanpa beban di tengah danau dan mampu membuat danau itu tampak indah dan cantik karena keberadaannya.

My dear friends, Tuhan tidak pernah salah menciptakan kita. Dengan tanganNya sendiri Dia telah menenun setiap jaringan dan sel tubuh kita sejak kita masih ada dalam kandungan sang Bunda, untuk sebuah rencana indah. Tapi tetap pilihan itu ada di tangan kita.

Mungkin kita memang tidak setampan si A dan tidak sepopular si B, tapi let us try to point out hal-hal positif yang ada dalam diri kita. Dengan mensyukuri apa yang sudah Tuhan karuniakan pada kita, a beautiful swan will soon be dancing dalam danau kehidupan kita.

Jangan biarkan citra sejati diri kita terkungkung karena keadaan lingkungan, karena kita ingin menjadi seperti kata orang. Mulai temukan diri kita sendiri dengan mengeksplor dan mengembangkan semua potensi yang sebenarnya Tuhan sudah siapkan dari sebelum kita dilahirkan. Be yourself!!. Knowing without a doubt that imperfection (if any) will make us perfectly unique.

The world will see the shinning impact in you.