Arsip | Oktober, 2012

JAGA HATI

28 Okt

Kala pertolongan itu datang

Segera bibir ini berucap “Terimakasih”

Karena sudah terlatih sejak dini

 

Saat berkat itu mengalir

Cepat lidah ini bernyanyi “Puji dan Syukur”

Karena mudah untuk mengungkapkannya

 

Ketika hidup ini berkelimpahan

Pasti mulut berkata “Engkau baik Tuhan”

Karena memang begitu adanya

 

Namun ketika ujian dan cobaan itu datang

Masih sanggupkah hati ini bernyanyi,

Masih mampukah mulut ini untuk memuji

Masih adakah kekuatan untuk menyembah Dia?

 

Apakah untuk yang manis saja kita dekat denganNya

Sementara yang pahit menjadikan kita jauh dariNya?

 

Tuhan,

Jaga aku agar tidak berdosa dengan hati ini

 

Iklan

MASIH ADA ASA

28 Okt

Sekalipun kembang setaman

Tak mau menampakkan warnanya

 

Juga lebah

enggan meneteskan manis madunya

 

Sekalipun batang padi

Ragu menjulurkan bulirnya

 

Burung pipit tak sanggup lagi

Mendendangkan senandung rindunya

 

Tetap…

Kan kugantungkan asa

PadaMu, Tuhan

 

Kasih setiaMu

Tumpuhan langkahku

 

FirmanMu…

Pelita bagi kakiku

 

Kuyakin

Sang ufuk kan beranjak dari peraduannya

Bersama dengan

Berlalunya gelap malam

 

Engkau Tuhan, cukuplah bagiku

 

double task — KULIAH SEMBARI KERJA (fenomena kampus)

28 Okt

Menerima gaji pertama dari ‘keringat’ sendiri….wuiiih….berjuta rasanya!! Sederet daftar rencana dan shopping items telah menunggu realisasinya dari uang yang ada di tangan. Terlebih bagi seorang anak kuliahan. Ada self pride jika bisa mencari uang sendiri untuk menutup kebutuhan kuliah serta kebutuhan pribadi lainnya.

Sudah tidak asing lagi melihat mahasiswa kuliah sembari bekerja. Ada yang karena kebutuhan hidup, mau cari pengalaman, mau membangun net-working sampai juga yang hanya karena sekedar iseng.

Memang ijasah bukanlah jaminan dan modal utama untuk mendapatkan pekerjaan bila tidak disertai dengan kompetensi atau pengalaman. Banyak fresh graduate  mengeluh sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Globalisasi menuntut tenaga kerja untuk memiliki kelebihan dalam wawasan, skill dan experience yang semua itu akan diperoleh dengan bekerja. Text Book, sharing mata kuliah dan pengalaman kampus saja dinilai kurang cukup.

Tak heran banyak mahasiswa bekerja sementara masih kuliah. Gaji kecil tidak masalah, sebab setelah lulus nanti hampir dapat dipastikan peluang lebih terbuka lebar dibanding inexperienced guys, karena mereka yang bekerja sudah terbiasa under pressure. Tidak jarang pula, apa yang didapat dari dunia kerja akan sangat membantu saat membuat studi kasus, makalah atau desertasi.

Agar keduanya, baik kuliah maupun kerja tidak keteter dan dapat berjalan seimbang, tentu perencanaan yang matang harus sudah disiapkan.

  • Mental dan Fisik

Siap-siap untuk tidak bisa sering hang out bareng teman, juga pada waktu hari libur.  Kelelahan fisik dan kejenuhan bisa terjadi. Refreshing tetap perlu untuk keseimbangan walaupun dengan intensitas yang berkurang, tentunya. Stamina dan kesehatan harus tetap terjaga dengan baik.

  • Time Management

Jangan pernah mengerjakan tugas kuliah di kantor atau sebaliknya, lemburan kantor di bawa ke kampus. Membagi waktu sangat penting, lebih-lebih lagi saat menjelang Ujian Akhir atau Tugas Akhir. Itu sebabnya kuliah sambil bekerja tidak dianjurkan bagi  mahasiswa semester awal, karena jadwal kuliah mereka biasanya masih padat.

  • Disiplin

Pastikan untuk lulus sesuai schedule, sementara tugas kantor juga tidak terbengkalai. Tidak mudah……itu bisa dimengerti. Dibutuhkan commitment yang tinggi ketika menjalankan peran sebagai mahasiswa dan peran karyawan di saat yang lain. Selesaikan segera tugas dan pekerjaan dengan tidak menundanya sampai besok.

Kesuksesan bukan sesuatu yang instant. Butuh ketekunan dalam menyelesaikan perjalanan panjang itu,. Bagaikan seorang yang sedang berinvestasi, semuanya tergantung pada kemampuan diri sendiri untuk mengaplikasikan disiplin ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata. Double task – kuliah sembari kerja, memang berat, tapi pengalaman hidup adalah pondasi dari sebuah kesuksesan baik bagi seorang professional maupun interpreuner

Hanya perlu diingat, apapun keadaannya kewajiban utama seorang mahasiswa adalah kuliah. Jadi selama masih ada kesempatan, serap ilmu sebanyak-banyaknya and develop your character building as well as your attitude.

Show to the world that you have value in your life. Don’t let anyone think less of you because you are young. Be an example to them in the way you live, in your love, your faith, and your purity. Success will be yours. Good luck!!

S2 …. Perlukah??

Makin menggigitnya persaingan di dunia kerja membuat gelar S2 marak dikejar orang demi sebuah posisi dan jabatan. Sah-sah saja kok!! Tapi kalau hanya itu motivasinya, maka kita akan kecewa. Banyak perusahaan, apalagi pada posisi management trainee, tidak terlalu membedakan antara S1 dan S2. Lebih-lebih buat S2 yang tanpa wawasan dan belum memiliki kwalitas kerja.

Memang tidak dapat disangkal bahwa makin tinggi pendidikan seseorang, makin tinggi pula tingkat intelektualnya, pola pikir dalam menganalisa masalah,  mengambil sikap dan juga cara berkomunikasi. Ini yang dicari!. Dunia Internasionalpun mematok standar akademis bukan lagi sebatas S1. Preference mereka sudah pada lulusan S2 yang tentu akan terus meningkat sampai gelar PhD.

Perlukah S2 ? It will be needed and nothing to loose untuk diraih jika kemampuan dan kesempatan memang ada. Tapi hati-hati, jangan menjadi pendekar berilmu tinggi yang tidak pernah turun gunung. We have to search and discover ourselves based on our experience and education. Pemilihan bidang yang specific dan tepat akan membuat kita mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.

Keep on learning and getting world class knowledge while the opportunity is there

 

FAVORITE UNIVERSITY – YOUR DESTINATION

28 Okt

Pernah nonton film Mc Gyver ? – Film tempo doeloe sih…. Bagaimana dia menjinakkan bom, menyelamatkan anak kecil yang terjebak di antara mesin-mesin pabrik yang sedang beroperasi serta segudang petualangan seru lainnya yang mendebarkan dan selalu happy ending hanya dengan sebuah pisau kecilnya yang berwarna merah. Suatu perpaduan cantik antara pengetahuan Hi – Tec dalam praktek, pikiran smart saat membaca situasi, tangan yang cekatan serta empati terhadap sesama.

“World class quality comes from world class practices – world class practices come from world class education”. Rasanya kita setuju dengan ungkapan ini. Termasuk ,”Carilah ilmu sampai ke negeri tirai bambu”. – Ada 2 hal yang menarik dari nasehat ini :

–          Negeri tirai bambu (= China) adalah tempatnya syair-syair indah yang berisikan norma-norma kehidupan yang tinggi. Banyak orang sukses lahir dari negeri ini.

–          “Carilah ilmu …”- artinya kamu harus berani melangkah untuk mendapatkan ilmu yang terbaik. Karena siapa yang mencari, dia akan mendapatkan dan siapa yang mengetuk, maka pintu akan dibukakan baginya. Logis bukan ?

Jadi tidak dapat dipungkiri lagi, pendidikan academia yang bagus tetap harus kamu kejar setinggi mungkin untuk menjadikan kamu qualified person. Quite a few of you might be at the opinion that America is the most favorite destination for Indonesian students. After that comes Australia, Europe or China yang sekarang makin ramai dibicarakan. Just name it ! asalkan yang berbau ‘abroad’ – keren!.

It’s good ! Tidak ada salahnya, apalagi kalau orang tuamu telah menyediakan dana untuk itu. By studying abroad, kamu akan belajar banyak hal yang pastinya akan membuat kamu memiliki plus points. Selain ilmu pengetahuan, kamu akan memiliki wawasan lebih luas serta sikap mandiri dan lebih dewasa. Setelah lulus, dan kamu (kalau mau) balik lagi ke tanah air, maka kamu juga akan selangkah lebih maju dalam pandangan orang yang mau menggaet kamu dalam bisnis mereka.

Lalu bagaimana jika kamu belum mempunyai kesempatan belajar ke luar negeri ? Could you get world class education without having to travel abroad ? No reason to be desperate dan rendah diri. Sekarang Indonesia telah mempunyai banyak perguruan tinggi yang bisa diandalkan. Kamu dapat melihatnya di banyak media untuk yang satu ini

Dengan adanya school twinning programs, teacher training dan university linkages yaitu semacam kerja sama antar negara dalam bidang pendidikan telah memungkinkan siswa masuk dalam proses belajar mengajar setara dengan luar negeri. Teknologi juga membuat kamu mampu dan mencari ilmu apa saja yang ingin kamu pelajari dari tempat kamu berada hanya dengan 1 click saja. Hasil akhir ada di tangan kamu, asal kamu mau selalu meng up-grade diri untuk wawasan yang baru, berpola pikir dan bekerja at global level

Jadi dimanapun kamu kuliah nanti, tidak jadi masalah. Yang penting tentukan dulu tujuan hidupmu. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, and motivate yourself to achieve it, kemudian bicarakan dan sesuaikan with your parents’ financial ability. Dan yang lebih penting lagi, dasari hidup kamu dengan iman yang benar dan kuat sebelum kamu memasuki dunia kampus.

Excellence people are those who can contribute significantly the quality of life both to their country and to the Lord they believe. Indonesia menunggu orang-orang muda pintar yang luar biasa seperti kamu untuk membangun negeri ini. Tetap semangat !!

 

 

 

BICARA PRIA, BAHASA WANITA

21 Okt

Bicara Pria,  Bahasa Wanita

 

Wanita : (berjalan ragu di depan sang pria dengan gaun hasil seleksi sehari penuh)    

              “Sayang, aku cantik tidak dengan baju ini?”
Pria     : “He-eh?” (sambil terus menatap TV melewati bahu sang wanita)

             “Yahuii…Goal! Benar khan Yank.. Brazil menang..”

Cuplikan intermezo di atas hanya sekedar contoh bahwa ada banyak perasaan wanita yang tidak dipahami pria, tapi tidak sedikit juga sikap pria yang sulit dimengerti oleh wanita. Sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, sama-sama memiliki rasa ingin dicintai dan mencintai, tapi bukan berarti mereka harus memiliki cara pandang dan cara berpikir yang sama.

Dapat dikatakan bahwa pria dan wanita mempunyai “gaya bicara dan bahasa” yang sangat berbeda. Umumnya wanita melancarkan GTM (=Gerakan Tutup Mulut) dan pasang muka seperti amplop dilipat bila sedang tidak berkenan dengan si pria. Sebut saja Nina, melihat aksi diamnya, sang suami bertanya,”Ada apa?” – “Nggak ada apa-apa!”, jawab Nina dengan nada yang ada apa-apa. “Oh, ya sudah!”, balas suaminya sambil terus asyik membaca koran. Jengkel khan?

Tapi di lain kesempatan, sebagai makhluk yang memang butuh berekspresi lewat kata-kata, wanita sering merasa tidak mendapat tanggapan yang diharapkan. Setelah sekian banyak kalimat yang diucapkan untuk menyampaikan rasa bahagia yang ingin dia bagikan, atau mungkin juga rasa kesal yang ingin dia salurkan, eh..si suami malah memotongnya dengan kata-kata yang mematahkan semangat, atau response pendek dengan sekelumit kata “Ya” — “Ehm”. Jangan kecewa, karena memang demikianlah adanya bahasa pria. Bukan dia tidak perhatian, tapi dia hanya mau bersikap praktis saja.

Mau tak mau, dan harus mau diakui bahwa banyak sikap pria yang membuat wanita bertanya-tanya. Di satu saat pria mengambil jarak seakan tidak mau diganggu oleh istri. Dia lebih membutuhkan mobilnya ketimbang kehadiran sang istri. Adakah yang tidak beres dalam hubungan mereka? – Tidak ada!. Dan adakalanya, tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba si pria datang dengan begitu mesra dan romantis. Peluk hangat dan berjuta kata cinta bisa dia ungkapkan pada sang istri. Bingung lagi khan?. Ada waktunya pria juga butuh ruang untuk dirinya sendiri. Biarkan saja.

Itulah sosok pria, apapun keadaannya, hangat, cuek, perhatian atau acuh tak acuh, dia tetap seorang pria yang butuh dihargai, dihormati dan diterima apa adanya. Secara fisik dia memang tampak kuat dan tegar, tapi secara psikologis, dia selalu memerlukan dukungan dan pengakuan, terlebih dari orang yang paling dekat dengannya. Istri!. Walaupun dia tidak pernah mau mengungkapkannya secara eksplisit

Lalu bagaimana dengan wanita? Banyak hal yang pria ingin mengerti tentang wanita tapi sampai kapanpun dia tidak akan bisa memahami makhluk yang disebut kaum hawa ini

 1. Koleksi : Lemari nyaris tak sanggup lagi menampung hasil belanjaan tiap akhir pekan. Tetap saja mereka berkata tidak punya baju, sepatu dan tas untuk ke pesta. bagaiman dengan baju yang dibeli 2 bulan lalu? Mengapa harus beli yang baru lagi?. Memang sulit dipahami.

2. Pertanyaan klise : “Sayang, menurut kamu saya gemuk atau kurus ya?”. Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, dan pria sering terjebak karenanya. Dijawab “tidak!” katanya bohong. Dijawab “ya!” bisa bikin wanita marah. Kalau sudah begini pria lebih senang menghindar dan cari kesibukan lain. Betul!!

3. Ekspresif : Wanita paling senang mendengar kata-kata cinta setiap saat dan ini membuat bingung kaum pria. Bagi pria, yang sederhana sajalah, “Kalau saya selalu ada di sini untuk kamu, itu artinya apa?”

4. Dine Out : Karena alasan diet, wanita sering menolak menu nikmat yang berat. Tapi bila si pria memesan steak tenderloin daging import, maka sambil ngobrol, tangan wanita tak berhenti mencomot entah kentang, entah “secuil” potongan daging. Kenapa sih?? – Ah cuma iseng, khan nggak banyak!. Bisa ditebak apa yang ada dalam hati si pria?.

5. Spirit of buying : Bila pria ingin menghadiahkan sesuatu dan si wanita diminta untuk memilih sendiri warna yang dia suka, maka “Jangan ah, mahal!. Sayang!”. Tapi giliran si pria melarang wanita membeli barang yang notabene sama dengan 3 koleksi terdahulunya dan belum sempat terpakai, maka “Ayolah, kapan lagi ada sales sebesar ini. Sayang  kalau nggak dibeli!”. Lagi-lagi bikin bingung khan?

Apapun kondisinya, pria dan wanita pasti berbeda dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing masing. Mereka diciptakan untuk saling mengisi dan melengkapi.

Jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis. Perumpamaan untuk sebuah realita kehidupan yang unik tapi indah.

AKU & KITA

21 Okt

AKU & KITA

Aku adalah diriku sendiri. Kulakukan semua yang ku mau. Tak harus banyak pertimbangan apalagi memikirkan perasaan orang lain. Every choice I make, I make it for myself. Every penny I spend, I use it for my own need. Every action I take, I do not have to be responsible to anybody. I am so free…. as free as a bird flying in the sky.

Kunikmati hidup ini apa adanya. Tanpa beban tanpa penghalang. Tujuan…? Tak terlalu kurisaukan. Sejauh kaki ini melangkah, membawa kemana saja tempat yang kusuka. Aku nikmati saja. Aku ada seakan hanya untukku seorang. Setiap lembaran di halaman buku hidupku hanya ada kata aku..aku dan aku. Egois? Aku tidak tahu. Mungkin ya, mungkin tidak. Toh tak ada yang aku rugikan. Kalau aku sukses, itu karena usahaku dan aku berhak menikmatinya. Aku hanya ingin membuat diriku senang.

Sampai kau datang dan mengetuk pintu hatiku. Kau buka mata batinku. Aku lahir bukan untuk diriku sendiri. Aku ada dan dicipta untukmu. Keberadaanku adalah untuk suatu tujuan. Dari situ aku mulai belajar tentang arti ‘kita’.

Bersama kita menguntai tawa, bersama kita mendentingkan nada rindu, bersama kita melarut duka. Saling bertukar semangat dan mengusir galau, menghangatkan jiwa, merajut kasih. Aneh….tiba-tiba saja aku menyadari bahwa ternyata dunia ini adalah tempat untuk berbagi.

Ketika aku dapat memberi, ada satu rasa bahagia menyelinap dalam hati. Perasaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Ternyata memberi itu indah. Ketika kulihat kau tersenyum dan berterimakasih karena pertolonganku. Aku suka sekali. Aku menjadi orang yang berarti. Ketika kau memapah aku saat kakiku tergelincir, aku mendapatkan kekuatan baru, darimu. Aku terperangah. Kok bisa?

Aku tidak takut lagi karena aku tak sendiri. Benar kata orang, “We are stronger than me; we are wiser than me; we are faster than me”. Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena berdua akan menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Kalau jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tapi bagaimana dengan yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya?

Kini kumengerti, aku ada karena kamu memerlukan aku. Kamu dan aku ada karena banyak orang yang membutuhkan kita. AKU dan KAMU menjadi KITA. Bersama kita membangun semangat untuk menjadikan hidup ini lebih bermakna, untuk lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain. Together we can. Benar adanya!

KARENA KUMENCINTAINYA

18 Okt

KARENA KUMENCINTAINYA

Bagiku……Marriage is a divine gift, the natural state of mankind and the condition which all people will have the rights to go through it happily

Being happy within ourselves is nice, but sharing that happiness with others is wonderful. Aku merasa Tuhan memang menciptakanku menjadi manusia yang paling bahagia. Betapa tidak? Dalam usia pernikahanku yang bulan depan mencapai 21 tahun, setiap hari aku masih selalu look forward to coming home for my Lovely Lady, istriku.

Semakin aku bertanya mengapa aku sangat mengasihi dia, semakin aku tidak dapat menemukan jawaban yang tepat untuk itu. Karena dia istri yang Tuhan berikan padaku? Karena dia ibu dari anak-anakku? Karena dia cantik? Dia pintar? Tak tahu aku harus mengatakan apa selain …”Karena aku memang mencintainya. That’s it!” What I can find is only a feeling of grateful knowing that she is faithful dan tahu menempatkan dirinya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anakku. Sebagai suami aku selalu merasa berharga dan berarti di hadapannya.

Baru sekarang aku mengerti bahwa sesungguhnya cinta tidak dapat didefinisikan dengan kata-kata. Aku hanya bisa merasakan kekuatannya yang luar biasa. Kekuatan cinta yang mampu mengubah gelap menjadi terang, duka menjadi suka, ketakutan menjadi ketenangan dan masih banyak lagi.

However staying together in marriage life has not been like walking on a bed of flowers. Banyak masalah dan godaan terjadi selama perjalanan pernikahan kami. Itu tidak dapat dipungkiri. Even simple things like leaking tap in the bathroom or being late in picking up kids from school can be a big issue to start a quarrel.

Bahkan jujur, sempat beberapa kali kami harus mendatangi konsultan pernikahan untuk menyelamatkan biduk rumah tangga kami. Pernah berpikir untuk berpisah? Of course. Saat perbedaan pendapat itu begitu memuncak, ingin rasanya aku meninggalkan dia dan mencari tempat yang baru. But…. the beauty of marriage is when we can manage to find a way out untuk kembali pada commitment awal saat kita mengucapkan ikrar nikah dulu, karena  sesungguhnya pernikahan bagaikan sebuah sekolah kehidupan yang tak kenal ijazah tanda lulus.

Benar kata orang bahwa pernikahan adalah menyatukan dua jiwa, dua raga dan dua dunia yang berbeda. Namun bila perbedaan itu untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing dan menghargai kelebihan yang lain, maka kerikil kecil yang timbul dalam rumah tangga malah akan menjadi bumbu penyedap yang memperkokoh ikatan cinta suami istri

Seiring dengan bertambahnya usia, aku boleh menyadari bahwa wanita yang paling mempesona adalah dia, istriku. Semangat baru selalu aku dapatkan setiap kali aku berbicara dengannya. Setiap hari selalu ada cinta baru yang dia berikan padaku. Kekuatan cintanya makin terasa saat aku menghadapi masalah. Genggaman tangannya saat dia berdoa buatku bagaikan aliran air sungai yang melewati pematang sawah yang gersang.

Dia istriku, cintanya selalu nyata dalam ketaatan dan hormatnya padaku, suaminya. Tak pernah lelah aku untuk selalu ingin melindunginya, membimbingnya dan memberikan yang terbaik agar membuatnya bahagia. Aku mengasihi dia seperti aku mengasihi diriku sendiri, karena dia adalah bagian dari tubuhku juga

I simply dedicate myself to sharing my happiness and giving her my unconditional love, always.

Karena kumencintainya